Kasus Stunting Tertinggi di NTT

Ini adalah potret masyarakat disalah satu Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Kabupaten dengan kasus stunting tertinggi di NTT dengan prevelensi stunting 70,5% dan Provinsi NTT juga menempati posisi jauh diatas rata-rata nasional dengan 51,77% prevelensi stunting.

Stunting yang merupakan masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang kurang sehingga tinggi badan bayi dibawah standar menurut usianya/pendek.

Gambar diatas ini juga adalah salah satu keluarga kecil dan sederhana disalah satu Kecamatan pada Kabupaten Timor Tangah Selatan yang memiliki dua orang putri kembar bernama Desry dan Derly yang sekarang berusia 2 tahun 6 bulan tetapi Pertumbuhan kedua anak ini tidak seperti teman sebayanya.

Dikarenakan asupan gizi yang buruk sehingga pertumbuhan kedua anak ini terhambat. Berikut data berdasarkan buku KMS kedua anak ini dan sesuai dengan pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak tenaga kesehatan diwilayah tempat tinggal mereka berkata bahwa kedua anak ini termasuk dalam kategori Stunting.

Kasus stunting juga dikarenakan beberapa faktor terkait kepercayaan masyarakat setempat, seperti banyak anak banyak rejeki,walaupun anak banyak harus ada anak laki-laki, serta beberapa dikarenakan tidak memeriksa kehamilan sejak awal tapi setelah waktu mau melahirkan baru datang ke petugas kesehatan.

Kejadian stunting pada bayi merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Periode paling kritis dimulai sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun yang disebut dengan periode emas ( seribu hari pertama kehidupan).

Jika masyarakat masih beranggapan bahwa banyak anak banyak rejeki maka perbaikan gizi anak dalam keluarga akan terasa sulit karena jumlah anak banyak dan status ekonomi keluarga juga dibawah rata-rata maka anak tidak akan mendapatkan gizi yang seimbang dan menyeluruh.

Oleh karena itu perbaikan gizi diproritaskan pada usia seribu hari pertama kehidupan yaitu 270 hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkan

Oleh : Walder dedy Saekoko – Duta GenRe Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Product added successful