Berbicara Soal Pentingnya Keperawanan

Soal keperawanan memang masih jadi hal yang tabu di Indonesia. Banyak yang menggap kalau keperawanan itu hal terpenting bagi cewek. Seakan kalau cewek sudah kehilangannya, nilai si cewek di mata orang-orang akan langsung jelek.

Tapi apa iya harus seperti itu? Apa iya nilai suatu cewek dibebankan pada keperawanannya?

Nah kami sudah berbicara pada 4 orang remaja soal pentingnya keperawanan bagi mereka. Cus deh baca artikel ini untuk mengetahui perspektif mereka~

  1. Kinanti -17 Tahun
  1. Pam – 19 Tahun
  1. Ria – 19 Tahun
  1. Robi – 18 Tahun

Di negara kita, bicara soal keperawanan memang masih sangat diagungkan. Masih banyak banget teman-teman cewek di luar sana yang tertekan karena stigma keperawanan. Ya, karena hal itu udah tertanam di dalam perspektif masyarakat kebanyakan bahwa tidak perawan itu tandanya si cewek bukan cewek baik-baik.

Menurut hasil survei yang dilakukan pada tahun 2017 , faktanya sikap anak muda yang mengagungkan keperawanan cenderung mengalami pertumbuhan dibanding survei sebelumnya di tahun 2012. Dari 77%, bertambah jadi 99% perempuan yang setuju bahwa keperawanan itu penting. Dari 66% cowok yang pro, bertambah jadi 98%!

Padahal keadaan yang menentukan seorang cewek masih perawan atau tidak perawan bukan hanya karena sudah melakukan hubungan badan, lho. Bisa saja karena kecelakaan atau mungkin korban perkosaan. Sementara kalau definisi keperawanan dilihat dari masih terjaganya selaput dara, bagaimana dengan mereka yang sejak lahir memang selaput daranya terbuka atau mereka yang selaput daranya terbuka karena aktivitas selain aktivitas seksual? Nah loh…

Toh, konsep keperawanan ini kan sebenarnya cuma konstruksi sosial aja. Seperti kata Ria di atas, kan nggak lucu juga kalau ada seorang cewek yang baik hati, rajin menabung, berbakti sama orangtua, cerdas, dan kritis bisa dapet cap “jelek” cuma karena satu hal. Kalau menurut kalian gimana, penting nggak sih keperawanan buat kalian?

by Fatkhur RoziDokter Gen Z

2 thoughts on “Berbicara Soal Pentingnya Keperawanan

  1. Nabila says:

    Setuju banget sama Kak Ria.
    Alangkah baiknya, coba aja liat orang itu dari kepribadiannya dan apa yang udah dia kasi ke masyarakat diluar sana.
    Terkait dengan masa lalunya, toh semua orang pernah melakukan hal buruk.
    Bahkan dulunya ulat kelihatan sangat menjijikkan sebelum jadi kupu-kupu yang indah.

  2. Grifith says:

    Halo Fatkhur Rozi, boleh dong disertakan data terkait surveinya supya lebih valid; siapa yang melakukan; berapa sample responden, hasil penelitian asli dari si peneliti, jurnal terkait itu dan berbagai literasi lain yang mendukung.. Jangan nyebarin data tanpa sumber yaa.. Ayo ajarkan generasi Indonesia cara melihat data yang tidak hoax 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *